SMS GRATIS KESEMUA OPERATOR, silahkan mencoba sob di jamin gratis

Jumat, 02 Maret 2012

KekasihNYA

Menjadi Kekasih Allah adalah impian dari
setiap orang yang beriman, Namun
impian itu apakah hanya akan menjadi
angan-angan atau telah muncul sebuah
harapan yang menjadikan impian
tersebut berubah menjadi cita-cita yang akan terwujud. Apakah menjadi
kekasih Allah sudah menjadi impian dari
setiap muslim atau bahkan tidak
pernah terpikirkan sama sekali oleh
seorang muslim dan hanya mejalankan
ritual kewajiban tanpa ada keinginan untuk bisa dekat dengan Nya dan
menjadi kekasih Nya????. Apakah mata
kita telah tertutup dibutakan oleh
keindahan yang bersifat keduniawian
dan menjadikan kecintaan pada
keduniawian di atas kecintaan Nya, Dan lupa dengan yang menciptakan
keindahan tersebut. Tanyakanlah pada
diri kita sendiri apa penyebabnya. -
Masihkah kita merasa teramat senang
saat menerima ratusan juta atau
bahkan milyaran rupiah sampai lupa bersyukur pada yang Maha Pemberi?,
Masihkah…??? -Masihkah kita senantiasa menunggu orang yang kita
kasihi saat sakit dan dalam keadaan
koma di RS hingga kita merasa sulit
untuk menyisihkan waktu untuk shalat
walau hanya beberapa menit dan lupa
untuk berdoa pada Nya bagi kesembuhan orang yang kita sayangi
dan bahkan mungkin malah kita memaki
kepada Nya atas musibah ini.
Benarkah…??? -Masihkah kita merasa diri hebat dan paling baik, karena
hafalan Quran dan Hadist telah kita
kuasai, Ilmu Agama telah tersalurkan
pada ribuan jamaah dan ratusan masjis
telah dikunjungi, Ratusan juta infak
telah tersumbangkan, Puasa sunah tak pernah ketinggalan, ibadah haji telah
dijalankan hingga jarinya tak cukup
untuk menghitungnya. Masihkah …??? Jika kita masih seperti yang
diungkapkan diatas, maka kita masih
sangat jauh untuk bisa menjadi kekasih
Nya. Maka bersihkanlah hati-2 kita.
Untuk menjadi Kekasih Allah tentunya
kita harus menjadi orang yang beriman dan bertakwa. Sayyidina Utsman bin
Affan r.a. pernah mengatakan lima hal
penting sebagai wujud taqwa pada
seseorang, yaitu Suka bergaul dengan
orang yang baik dalam agamanya
serta dapat mengekang hawa nafsu syahwat dan lisannya ; Bila ditimpa
musibah keduniaan yang besar, dia
menanggapnya sebagai ujian; bila
ditimpa urusan kecil mengenai
keagamaan dia merasa untung
karenanya; tidak menjejali perutnya walaupun dengan makanan yang halal
karena takut tercampur dengan
barang haram; dan pada
pandangannya orang lain sudah
berhasil membersihkan dirinya
sedangkan dirinya merasa masih kotoooooor. “Suatu hari Rasulullah berjumpa dengan beberapa sahabat,
beliau bertanya: ‘ Apa kabar kalian pagi ini?’ mereka menjawab: ‘ Kami tetap beriman kepada Allah. ‘ Apa tanda iman kalian?’ tanyanya, merekapun menjawab: Kami tabah
menghadapi cobaan, bersyukur atas
kehidupan yang enak dan kami ridho
kepada ketentuan Allah SWT.’ Mendengar jawaban itu beliau
bersabda: “Demi Rabb penguasa Ka’ bah, kalian benar- benar beriman.” Untuk mengetahui apakah kita sudah
menjadikan Allah sebagai kekasih sejati
atau belum, Kita dapat mengecek: 1.
Sudahkah kita selalu taat pada
perintah Nya? Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah
aku, niscaya Allah mengasihi dan
mengampuni dosa- dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang
(QS. Al Imran [5]:54). 2. Sudahkah selalu
ingin bertemu dengan Nya dalam
peribadatan? 3. Sudahkah
mengharapkan keridhaan hanya dari
Nya? 4. Kepada hukum siapakah hati ini memihak, hukum Allah ataukah hukum
thaghut? Suatu waktu Rasulullah SAW
bersabda bahwasannya Allah Ta’ ala berfirman : “ Barangsiapa yang memusuhi kekasih Ku maka Aku
menyatakan perang kepadanya.
Sesuatu yang paling kusukai dari apa
yang dikerjakan oleh hamba-Ku untuk
mendekatkan diri kepada-Ku adalah
bila ia mengerjakan apa yang telah kuwajibkan kepadanya. Seseorang itu
akan senantiasa mendekatkan diri
kepada-Ku dengan mengerjakan
kesunatan-kesunatan sehingga Aku
mencintainya. Apabila Aku mencintainya
maka Aku merupakan pendengaran yang ia pergunakan untuk
mendengarnya, Aku merupakan tangan
yang ia pergunakan untuk
menyerangnya, dan Aku merupakan
kaki yang ia pergunakan untuk
berjalan. Seandainya ia bermohon kepada-Ku pasti Aku akan
mengabulkannya dan seandainnya ia
berlindung diri kepada-Ku pasti Aku
akan melindunginya” (HR. Bukhari). Subhanallah, masih adakah yang tidak
ingin menjadi kekasih Nya . (dari hati ini
yang selalu berharap menjadi kekasih
Nya.)

Tidak ada komentar:

statistik tayangan

Loading...

Pengikut

Amazon MP3 Clips

Cari Blog Ini