SMS GRATIS KESEMUA OPERATOR, silahkan mencoba sob di jamin gratis

Kamis, 14 April 2011

kegagalan

Anda tahu penyebab kegagalan Anda? Ya, setiap orang pernah mengalami kegagalan. Kemampuan memahami apa penyebab kegagalan Anda akan
menjadikan diri Anda semakin cerdas dan bijak sehingga akan mampu berjalan kembali dengan lebih baik. Untuk memahami penyebab kegagalan, diperlukan kemampuan berpikir analitis dan kritis. Kita perlu menghindari pemikiran yang emosional
sehingga tidak mampu menemukan
penyebab kegagalan. Jika Anda tidak mampu menemukan penyebab atau akan permasalahan kegagalan Anda, maka Anda tidak akan mampu untuk memperbaikinya. Artikel ini akan menjelaskan bagaimana menelusuri penyebab kegagalan, bahkan penyebab utama
yang disebut dengan root cause
sehingga jika kita bisa menemukannya dan mampu mengatasinya, kita akan berjalan
lebih baik. Hindari Penyebab Kegagalan Emosional Perlu dipahami, Anda harus
membedakan antara intuitif dan
emosional. Intuitif bisa memberikan
solusi, tetapi tidak dengan emosional yang sering kali hanya membela ego sendiri. Jika pikiran Anda fokus untuk membela ego sendiri, maka And a akan selalu menganggap bahwa
masalah ada di luar, termasuk ada di luar kendali Anda. Jika sebuah
masalah berada di luar, maka kita
tidak akan pernah bisa mengatasinya. Anda akan mengalami kegagalan yang sama terus menerus
akhirnya Anda menyerah dan malas
untuk berusaha lagi. Contoh-contoh penyebab emosional
diantaranya: menyalahkan orang lain menyalahkan kondisi menyalahkan peristiwa menyalahkan pemerintah menyalahkan saingan menyalahkan masyarakat menyalahkan takdir Pokoknya, dia akan menyalahkan apa
pun di luar dirinya. Jika masalah ada
di luar Anda, maka Anda tidak akan
bisa mengatasinya. Khusus untuk
yang terakhir, menyalahkan takdir,
ini akan menutup semua pikiran Anda untuk menemukan solusi. Toh, sudah
takdir, apa pun yang dilakukan akan
percuma. Kalau kita tidak boleh mengalahkan
apa yang ada di luar diri kita,
apakah kita harus menyalahkan diri
sendiri sebagai penyebab kegagalan
kita? Mungkin banyak motivator yang
mengatakan bahwa Anda harus
menyalahkan diri sendiri secara
mutlak. Anda sulit menerimanya? OK, jika Anda yakin masih ada faktor
luar sebagai penyebab kegagalan,
namun saya tetap mengajak Anda
untuk tetap memulai memeriksa diri
sendiri sebelum menyalahkan pihak
luar. Ini akan memberikan pengalaman yang luar biasa, memberikan
pelajaran, dan hikmah yang berharga
dibandingkan Anda fokus
menyalahkan pihak luar sebagai
penyebab kegagalan Anda. Ambilah Tanggung Jawab Jika Anda ingin menjadi orang yang
berpikiran maju, maka Anda harus
mengambil tanggung jawab atas
kegagalan Anda. Anda gagal karena
Anda sendiri, karena kesalahan yang
Anda lakukan. Mari kita lihat, apa yang
menyebabkan seseorang gagal? Jawabannya adalah karena dia
berhenti. Kata “berhenti” memiliki dua makna. Pertama berhenti
bertindak untuk mencapai tujuannya.
Kedua berhenti untuk menyesuaikan
tujuannya dengan kondisi yang ada. Saya rasa, Anda sudah paham
dengan maksud yang pertama. Anda
akan gagal jika Anda berhenti
bertindak untuk mencapai tujuan
Anda. Yang menjadi pertanyaan
adalah mengapa seseorang berhenti bertindak? Ada dua kemungkinan jawaban. Yang
pertama karena dia tidak
mengetahui apa lagi yang harus
dilakukan. Yang kedua karena dia
tidak mau lagi untuk bertindak.
Namun jawaban pertama bisa digugurkan dengan seketika. Jika
Anda tidak mengetahui apa yang
harus Anda lakukan, maka
seharusnya Anda mencari tahu.
Berusaha agar Anda mengetahui apa
yang harus Anda lakukan. Pertanyaanya adalah apakah Anda
mau mencari tahu? Jadi intinya
adalah kemauan. Jadi bisa kita simpulkan bahwa
penyebab seseorang berhenti
adalah karena sudah tidak ada
kemauan. Yang kedua, kadang, kita bisa
berhenti karena memang kondisi
yang tidak menguntungkan. Misalnya
Anda memiliki tujuan untuk menjadi
seorang PNS. Anda tidak berhenti
untuk berusaha menjadi PNS dengan mengikuti ujian setiap tahun. Namun,
Anda tetap gagal karena umur
melewati batas syarat menjadi PNS.
Dan Anda disebut gagal menjadi
seorang PNS. Ya, Anda gagal menjadi
seorang PNS jika Anda berhenti.

Sumber = www.motivasi-islami.com

Tidak ada komentar:

statistik tayangan

Loading...

Pengikut

Amazon MP3 Clips

Cari Blog Ini