SMS GRATIS KESEMUA OPERATOR, silahkan mencoba sob di jamin gratis

Jumat, 02 Maret 2012

Dzikir

SYEKH ABDUL QADIR Al-JAILANI:
ZIKIR Cara membebaskan dan
menyucikan hati adalah
mengingat Allah. Pada awalnya,
zikir dilakukan secara lisan
dengan menyebut namaNya berulang-ulang, melafalkannya dengan
keras sehingga kita dan
orang lain mendengar dan
mengingat-Nya. Ketika ingatan
kepadaNya telah mantap, zikir
berlangsung dalam hati dan menjadi bagiab batin; yang tertinggal
hanya keheningan. “Berzikirlah (menyebut) Allah sebagaimana
ditunjukkanNya
kepadamu… .”. (Al-Baqarah [2]: 198) Zikir kepada Allah akan membawa
kita kepada tingkat kesadaran dan
keimanan tertentu dan bahwa kita
hanya dapat berzikir sesuai dengan
kemampuan kita. Rasulallah saw
bersabda, “Kalimat terbaik adalah kalimat yang kubaca dan dibaca oleh
para nabi sebelumku, Itulah kalimat La
ilaha illallah.” Tingkatan zikir: - zikir lisan, menunjukkan bahwa hati tidak
melupakan Allah, - zikir batin,
merupakan gerak perasaan, - zikir hati,
melibatkan perasaan dan kesadaran
akan adanya kekuatan dan keindahan
Allah dalam dirinya, - zikir jiwa, bersinarnya cahaya Ilahi yang
bersumber dari kekuatan dan
keindahan Allah, - zikir alam hakikat,
kenikmatan ruhani yang bersumber dari
pengungkapan hakikat Ilahi, - zikir alam
rahasia, akan membawa seseorang kepada tempat yang disenangi di sisi
Tuhan Yang Mahakuasa (Al- Qamar [54]:
55), - zikir tingkatan terakhir, disebut
khafi al-khahfa – rahasia yang paling sunyi – akan mengantarkan seseorang kepada
keadaan fana dan kebersatuan dengan
hakikat. Jiwa ini adalah anak hakikat. Ia
berada dalam diri orang yang mencari,
menemukan, dan berada
bersama Tuhan. Apa pun yang kita lakukan, diri jasmani ini harus mengikuti
jalan yang lurus, yaitu dengan cara
memelihara dan mengikuti ajaran
agama; ia harus terus-menerus ingat
dan berzikir menyebut nama Allah.
secara lahir maupun batin. Zikir wajib hukumnya bagi orang yang melihat
hakikat. “Ingatlah (dengan menyebut nama) Allah sambil berdiri, atau duduk
atau dalam keadaan terbaring”. (An- Nisa’ [4]: 103) “… (yaitu) orang yang mengingat Allah sambil berdiri, atau
duduk, atau dalam keadaan terbaring
dan mereka merenungkan penciptaan
langit dan bumi (seraya berkata), Ya
Tuhan kami, tiadalah Engkau
menciptakan semua ini dengan sia-sia, Mahasuci Engkau…” . (Al-‘ Imran [3]: 191) Salah satu syarat zikir adalah wudu:
kesucian dan kebersihan badan maupun
jiwa. Rasulallah saw bersabda, “Orang yang beriman tidaklah mati. Mereka
hanya melewati kehidupan yang fana
menuju kehidupan yang kekal.” Selain itu, “Para nabi dan orang yang dekat kepada Allah tetap beribadah di kubur
mereka, seperti di rumah mereka saat
di dunia.” Ibadah yang dimaksudkan di atas adalah shalat batin kepada Allah,
bukan shalat seperti yang dilakukan di
dunia, yang meliputi gerakan berdiri,
ruku, sujud, dan sebagainya. Shalat
batin merupakan salah satu kualitas
penting yang menjadi cirri mukmin sejati. Ilmu tersebut tidak dapat diupayakan,
tetapi diberikan oleh Allah kepada siapa
saja yang dikehendakiNya. (“Sirr Al- Asrar Fi Ma Yahtaju Ilayhi Al-Abrar – Rahasia Hakikat yang Dibutuhkan Para
Pencari Kebaikan”, Syekh Abdul Qadir Al- Jailani)

Tidak ada komentar:

statistik tayangan

Loading...

Pengikut

Amazon MP3 Clips

Cari Blog Ini